Permasalahan desil yang ramai akhir-akhir ini harus kita akui merembet ke banyak hal. Salah satunya adalah perkara bansos atau bantuan sosial. Penetapan desil yang ngawur oleh pemerintah bikin banyak masyarakat marah. Ada banyak orang-orang kurang mampu yang masuk desil 6-10, sementara penerima bantuan berasal dari desil 1-5. Akibatnya, mereka yang benar-benar tidak mampu terancam tidak menerima bansos.
Gara-gara desil pula, kita jadi akrab dengan Cek Bansos Kemensos. Seperti namanya, Cek Bansos Kemensos adalah sebuah platform (website dan aplikasi) dari Kementerian Sosial untuk mengecek desil, sekaligus mengecek apakah kita masuk dalam golongan penerima bantuan sosial. Cara mengeceknya pun mudah, kita hanya perlu 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja.
Meskipun caranya mudah, sayangnya masih banyak orang yang belum mengerti bagaimana caranya cek aplikasi bansos. Tinggal buka web atau aplikasinya saja sudah beres, kok.
Cara cek lewat situs resmi Cek Bansos Kemensos
Cara pertama dan paling mudah untuk cek apakah kita dapat bantuan atau tidak adalah lewat situs resmi Cek Bansos Kemensos. Kita tidak perlu mengunduh aplikasi dan melakukan registrasi ini-itu. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai yang ada di KTP
- Masukkan captcha yang biasanya berupa kombinasi angka dan huruf
- Klik “Cari Data”
- Voila, data kalian sudah muncul.
Data-data yang muncul mencakup informasi mengenai desil, sampai apakah kita termasuk ke dalam penerima bansos (dan bantuan-bantuan lain) atau tidak.
Cara cek bansos lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos
Selain melalui situs resmi, kita juga bisa mengeceknya lewat aplikasi Cek Bansos. Secara garis besar, cara mengeceknya sebenarnya sama. Hanya saja, ada beberapa langkah tambahan sebelum kita bisa mengecek lewat aplikasi. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store atau App Store
- Setelah selesai, masuk ke aplikasi dan klik pilihan “Buat Akun Baru.”
- Masukkan data diri berupa 16 digit NIK dan beberapa persyaratan lain seperti nomor KK dan foto KTP
- Jika akun sudah jadi, silakan log in atau masuk dengan username dan password.
- Setelah masuk, pilih menu “Cek Bansos”, lalu masukkan nama dan wilayah, barulah data-datanya akan muncul.
Sebenarnya, kita tidak butuh aplikasi ini kalau kebutuhannya hanya untuk mengecek status saja. Cek bansos melalui situs resminya langsung sudah jelas lebih mudah dan ringkas, tanpa perlu mengunduh aplikasi atau membuat akun. Aplikasi ini jadi opsi saja.
Bagaimana jika data kita tidak sesuai atau bahkan tidak terdaftar
Ada beberapa kasus ketika melakukan pengecekan bansos, ada data-data yang tidak sesuai. Misalnya, orang yang harusnya desil 10 (tidak mendapat bansos), malah terdata desil 1-4 (penerima bansos). Ada juga kasus di mana beberapa nama tidak terdaftar sebagai penerima bantuan atau mungkin tidak ditemukan dalam sistem.
Untuk itu, Kemensos memiliki fitur “Usul dan Sanggah”. Fitur ini berfungsi untuk menerima usulan atau sanggahan jika ada data-data yang tidak tepat. Fitur ini bisa kita akses melalui aplikasi Cek Bansos. Kita tinggal masuk ke aplikasi, persiapkan data-data pribadi, lalu pilih antara kedua fitur tersebut, mau usul atau mau sanggah, dan ikuti langkah-langkahnya.
Fitur usul bisa kita gunakan untuk mendaftarkan diri sendiri atau orang lain yang dinilai layak tapi belum pernah menerima bantuan. Sementara fitur sanggah bisa kita gunakan untuk melaporkan penerima bantuan sosial di sekitar kita yang sekiranya sudah tidak masuk kategori layak atau sudah mampu secara ekonomi.
Lalu bagaimana cara mencairkan bansos?
Kalau untuk urusan mencairkan bantuan, maka website atau aplikasi Cek Bansos sudah tidak punya kuasa lagi. Platform Cek Bansos hanya bisa digunakan untuk mengecek apakah kita termasuk penerima bantuan atau tidak. Untuk mencairkan bantuan, mekanisme dan caranya berbeda.
Ada dua mekanisme pencairan bantuan. Pertama, melalui rekening Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BTN. Bantuan akan masuk dan langsung bisa dicairkan, entah melalui ATM atau teller. Kedua, adalah lewat PT. Pos Indonesia, yang pengambilannya bisa dilakukan di kantor pos atau titik penyaluran lain seperti kantor desa. Sebelum mencairkannya, pastikan kita termasuk penerima bantuan, baik itu bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Untuk mencairkan bantuan (PKH atau BPNT) melalui mekanisme kedua, kita sebagai penerima bantuan akan mendapatkan undangan pencairan. Undangan ini berisi waktu dan lokasi. Setelah itu, siapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, KK, dan surat undangan. Setelah itu datang ke lokasi, ambil nomor antrean (jika ada) dan serahkan dokumennya ke petugas. Petugas akan melakukan verifikasi, dan jika sudah selesai, kita bisa menerima bansosnya.
Jangan sampai tertipu situs atau aplikasi palsu
Urusan bantuan sosial ini sebenarnya mudah, baik dari segi pengecekan hingga pencairan. Asalkan kita paham dan tahu mekanismenya. Namun, mudah bukan berarti tidak perlu hati-hati, sebab informasi bantuan sosial ini menyangkut data pribadi.
Intinya, hati-hati ketika masuk situs atau mengunduh aplikasi cek bansos. Kita harus benar-benar cermat dan teliti. Hindari memasukkan NIK, nomor rekening, PIN, kode OTP, atau informasi pribadi lainnya ke situs yang tidak jelas sumbernya. Jangan sampai tertipu situs dan aplikasi bansos palsu.