Mengenal Obat Oles Tahan Lama, Kandungan hingga Risiko Penggunaannya

Obat oles tahan lama adalah produk untuk menunda sensasi berlebih atau meredakan pegal. Untuk urusan ranjang, produk biasanya berupa semprot atau krim berbahan anestesi lokal seperti lidokain. Sementara itu, balsem atau gel pereda nyeri otot biasanya banyak dijumpai di produk olahraga. Kenali fungsi masing-masing sebelum membeli.

Kamu mungkin membaca artikel ini sambil cengar-cengir karena ketahuan mencari tahu soal obat kuat. Tapi tidak perlu khawatir. Singkirkan rasa malumu karena tulisan ini bakal membantumu memilih sesuai kebutuhan.

Istilah obat oles tahan lama punya dua arti di telinga orang Indonesia. Arti pertama menyasar pria yang ingin bertahan lebih lama saat berhubungan intim. Sementara itu, arti kedua menyasar pelari atau pemain futsal yang ingin ototnya tetap prima. Keduanya masuk kategori obat luar. Namun kandungan dan cara kerjanya berbeda. Satu hal yang tidak boleh dilanggar, jangan beli produk yang tidak terdaftar resmi di BPOM!

Bayangkan pengalaman Raka, seorang karyawan swasta di Surabaya. Ia membeli obat oles tahan lama di marketplace karena harganya murah dan ulasannya bagus. Meski kemasannya tidak mencantumkan nomor izin edar BPOM, ia tetap mengoleskannya. Kulitnya terasa panas seperti terbakar, sementara malamnya justru berakhir mengecewakan.

Pendapat BPOM Soal Obat Oles Tahan Lama

Produk oles untuk menunda ejakulasi bekerja dengan mengurangi sensitivitas pada area penis. Bahan aktif yang umum digunakan, seperti lidokain atau prilokain, termasuk anestesi lokal. Keduanya dapat mengurangi sensasi pada area yang dioles sehingga membantu menunda ejakulasi.

Pada 2012, BPOM menyatakan tidak pernah memberikan izin edar untuk produk yang berindikasi sebagai obat kuat. Karena itu, kamu perlu mewaspadai produk di marketplace yang menjanjikan efek seperti “lelaki super” atau “lelaki tahan lama”.

BPOM berulang kali menemukan sildenafil sitrat dan tadalafil di jamu dan kopi herbal untuk pria. Padahal, bahan kimia obat tidak boleh ditambahkan sembarangan ke dalam obat tradisional. Penggunaannya tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan risiko serius, termasuk gangguan penglihatan serta masalah ginjal dan hati. Pada Desember 2023, BPOM mengumumkan temuan 20 produk yang diklaim meningkatkan stamina pria dan mengandung bahan kimia obat terlarang.

Sildenafil, tadalafil, dan vardenafil memang digunakan untuk menangani disfungsi ereksi dengan pengawasan dokter. Namun, obat-obatan tersebut bekerja untuk membantu ereksi, bukan secara langsung menunda ejakulasi. Sementara itu, jika ingin menggunakan produk berbahan lidokain atau prilokain, konsultasikan pilihan yang sesuai kepada dokter atau apoteker. Jangan lupa memeriksa izin edar produk melalui situs resmi BPOM.

Tipe semprot biasanya lebih praktis digunakan, sedangkan krim cenderung bertahan lebih lama di permukaan kulit. Apa pun bentuknya, ikuti petunjuk pemakaian dan waktu tunggu yang tertera pada kemasan. Bersihkan sisa produk sesuai petunjuk agar pasangan tidak ikut mengalami mati rasa. Periksa juga keterangan mengenai penggunaan kondom karena produk berbasis minyak tertentu dapat merusak kondom lateks.

Lantas Bagaimana dengan Tisu Magic?

Tisu magic adalah tisu basah sekali pakai berisi benzokain dosis rendah. Benzokain meredam sensitivitas kepala penis, sama seperti semprot dan krim berbahan anestesi lokal.

Sebuah penelitian pada 2017 menemukan bahwa tisu yang mengandung benzokain 4 persen dapat membantu menunda ejakulasi. Namun, penelitian tersebut didanai oleh Veru Inc., sehingga hasilnya perlu dibaca dengan mempertimbangkan sumber pendanaannya.

Cara penggunaan dan waktu tunggu bisa berbeda bergantung pada produk. Karena itu, ikuti petunjuk pada kemasan, lalu cuci tangan setelah menggunakannya agar bahan aktif tidak berpindah ke jari atau area tubuh pasangan. Sensitivitas kembali sekitar 90 menit kemudian.

Beberapa varian tisu yang bisa kamu beli di minimarket terdekat mengandung parfum atau alkohol yang dapat memicu ruam, gatal, dan bengkak pada sebagian orang. Penggunaan terlalu sering atau tidak sesuai petunjuk juga dapat menyebabkan mati rasa berlebihan, menurunkan kualitas ereksi, atau bahkan mengganggu kenyamanan saat berhubungan intim.

Risiko Pemakaian Obat Oles Tahan Lama

Penggunaan obat oles tahan lama secara berlebihan dapat membuat penis terlalu mati rasa dan mengurangi sensasi saat berhubungan intim. Karena itu, mulailah dari takaran kecil sesuai label. Kalau efeknya kurang, tambahkan sedikit demi sedikit dan jangan melewati batas pemakaian di kemasan.

Sebagian orang juga dapat mengalami iritasi atau reaksi alergi. Hindari produk yang mengandung bahan pemicu alergi dan jangan pernah mengoleskannya pada kulit yang terluka. Jika kamu pernah mengalami alergi terhadap anestesi lokal, konsultasikan penggunaannya dengan dokter terlebih dahulu.

Obat Oles Tahan Lama untuk Olahraga

Berbeda lagi dengan olahraga. Misalnya, kamu gowes pagi di Kaliurang atau lari malam di GBK hingga otot terasa pegal. Setelah menempuh 60 kilometer atau menjalani latihan tempo 10K, paha bisa terasa pegal pada malam harinya. Obat oles bisa membantu meredakan pegal itu supaya kamu bisa bergerak lagi besok.

Namun, perlu diingat bahwa meredakan rasa pegal bukan berarti mempercepat pemulihan otot. Tubuh tetap membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa kembali beraktivitas.

Ada beberapa jenis obat oles yang biasa digunakan untuk meredakan pegal setelah olahraga, mulai dari balsem dan krim hangat hingga gel pereda nyeri. Setiap produk memiliki kandungan dan petunjuk penggunaan yang perlu diperhatikan.

1. Balsem dan Krim Hangat

Counterpain Cream (BPOM QD111709511) dan Krim Otot Geliga (BPOM QD162714511) memberi sensasi hangat lewat metil salisilat dan mentol. Oleskan lapisan tipis di betis atau paha setelah olahraga, lalu pijat sampai meresap. Jauhkan produk dari mata dan area genital. Jangan oleskan di kulit luka. Cuci tangan sesudahnya agar jari tidak mengucek mata.2. 

2. Gel Antiradang dan Koyo

Voltaren Emulgel (BPOM DTL1624504328A1) berbahan diklofenak, obat antiradang untuk nyeri otot dan sendi ringan. Gel ini cocok untuk keseleo ringan setelah main futsal. Salonpas Koyo (BPOM QL031800111) menempel lebih lama, jadi praktis untuk punggung bawah atau bahu. Lepaskan koyo setelah 8 jam. Periksakan ke dokter jika nyeri tak reda dalam beberapa hari. Hindari Salonpas Koyo dan krim bermetil salisilat lainnya jika kamu alergi aspirin atau salisilat.

Obat Oles dan Waktu Pemulihan

Misalkan Pak Budi, 38 tahun, pelari rutin di Car Free Day. Betisnya tegang tiap Senin. Ia mengoles krim hangat lalu lari lagi, dan nyerinya bertahan berminggu-minggu. Otot butuh jeda dua sampai tiga hari. Obat oles menutupi rasa tidak nyaman. Otot pulih lewat istirahat dan peregangan.

Cara Memilih dan Mengecek Keasliannya

Penjual kadang suka memasang klaim “tahan tiga jam” atau “langsung perkasa”. Anggap itu tanda bahaya. Lakukan empat langkah ini agar tidak menyesal nantinya:

  1. Cek nomor izin edar. Kunjungi situs cekbpom.pom.go.id. Ketik nomor dari kemasan, lalu cocokkan hasil pencarian dengan nama dan jenis produk yang kamu beli.

  2. Pilih penjual tepercaya. Beli di apotek seperti Kimia Farma atau K24, atau lewat toko resmi di marketplace.

  3. Curigai produk herbal tanpa izin edar. BPOM berulang kali menemukan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat tanpa mencantumkannya.

  4. Yang paling penting, jangan malu konsultasi ke Dokter sebelum beli produk tertentu.

Obat oles hanya menangani sebagian masalah. Stamina jangka panjang datang dari tidur cukup, rajin olahraga, dan mengurangi rokok. Tanyakan ke apoteker atau dokter sebelum membeli, lalu pilih produk yang cocok dengan kebutuhanmu.